Menjadi pasangan baru adalah masa-masa yang paling membahagiakan selama hidupnya. Sebagian besar orang setelah 5 tahun menikah pastinya mempunyai keinginan untuk memiliki anak dan setelah mempunyai anak kebahagiaan dalam pernikahan pun bertambah. Semua Orang Tua pastinya menginginkan hal yang paling terbaik untuk buah hati mereka, mulai dari kesehatan, kecerdasan, hingga pendidikannya, namun untuk masalah pendidikan anak cenderung pengeluarannya tidak murah.

Biaya pendidikan adalah biaya yang paling besar yang dikeluarkan oleh Orang Tua untuk hanya sekedar bisa menyekolahkan anaknya. Oleh karena itu, Anda sebagai Orang Tua harus mempersiapkan dana tabungan pendidikan untuk anak Anda nanti. Walaupun Anda masih kecil, akan tetapi Anda harus menyiapkan tabungan pendidikan anak sedini mungkin. Jika Anda sedang merencanakan dana tabungan pendidikan, Anda harus menyiapkan strategi jitu agar Anda dapat menabung untuk pendidikan anak Anda secara maksimal. Beberapa ini adalah strategi jitu untuk menyimpan tabungan pendidikan anak Anda !

  1. Menetapkan Masa Menabung

Strategi pertama yang harus Anda lakukan dalam menyimpan tabungan pendidikan anak adalah dengan cara menentukan kapan Anda akan membutuhkan dana tabungan tersebut. Apakah dana tabungan pendidikan anak tersebut akan digunakan pada saat anak Anda sudah memasuki jenjang kuliah atau digunakan ketika anak Anda sudah masuk jenjang SMA. Rencana masa menabung tergantung dari keputusan Anda dalam menentukan waktu dalam menggunakan dana tabungan pendidikan tersebut.

  1. Hitung Jumlah Tabungan Pendidikan

Strategi jitu untuk menyimpan tabungan pendidikan anak berikutnya adalah Anda dapat memperkirakan penggunaan biaya dana tabungan pendidikan. Jumlah tabungan pendidikan bagi setiap keluarga berbeda-beda, jadi Anda dan pasangan harus bisa memutuskan dan menghitung berapa jumlah tabungan pendidikan anak yang digunakan. Tabungan dana pendidikan anak tidak hanya meliputi biaya pendidikan saja, tetapi biaya hidup anak dilingkungan sekolah seperti uang saku.

  1. Sisihkan Bukan Sisakan

Menyisihkan uang di awal merupakan strategi jitu untuk menyimpan tabungan pendidikan. Sebagian orang memutuskan untuk menyimpan uang atau menabung di akhir bulan setelah menyisakan uang. Namun, cara tersebut bukan cara yang paling efektif karena belum tentu Anda dapat menyisikan uang di akhir bulan. Oleh karena itu, sebaiknya Anda menyisihkan uangnya di awal-awal bulan. Jika Anda bekerja sebagai pegawai tetap, Anda bisa menyisihkan uang Anda setelah mendapatkan gaji agar rencana tabungan pendidikan anak Anda bisa berhasil.

  1. Mengatur Budget Bulanan

Mengatur budget bulanan merupakan strategi jitu untuk mempersiapkan tabungan pendidikan anak. Untuk memenuhi semua kebutuhan dalam mengatur tabungan pendidikan anak Anda, Anda harus bisa mengatur berapa budget yang akan Anda sisihkan ke dalam tabungan pendidikan anak Anda. Salah satu caranya adalah dengan menyisihkan uang untuk cicilan tagihan Anda terlebih dahulu, setelah itu sisihkan untuk tabungan dan investasi Anda, dan yang ketiga sisihkan untuk biaya asuransi atau BPJS untuk anggota keluarga Anda.

Setelah Anda dapat membayarkan beberapa tagihan di atas, Anda bisa menyisihkan uang yang tersisa untuk menabung dana pendidikan anak.

  1. Menabung Reksa Dana

Nah selain 4 strategi jitu di atas, menabung Reksa Dana adalah salah satu strategi jitu lainnya untuk menyimpan tabungan pendidikan anak. Reksa Dana adalah salah satu cara menanamkan dana milik Anda di pasar keuangan, saham, dan obligasi tertentu melalui jasa manajer investasi. Reksa Dana juga pastinya memiliki risiko kecil serta dana minimum yang cenderung kecil

Ada berbagai macam atau jenis Reksa Dana yaitu Reksa Dana saham, tetap, campuran dan reksa dana pasar uang. Pastikan Anda memahami dasar-dasar dari Reksa Dana agar bisa mendapatkan keuntungan.

Demikian informasi yang bisa saya berikan mengenai Bagaimana Strategi Untuk Menyiapkan Tabungan Pendidikan Anak semoga bermanfaat untuk Anda.