Sumber : suara.com

Ukuran penis yang panjang sering dikaitkan dengan kejantanan dan sifat maskulin seorang pria. Semakin panjang ukuran penis, maka semakin jantan pula pria itu. Hal ini membuat sebagian pria berlomba-lomba untuk memperbesar penis mereka, salah satu carannya adalah dengan menggunakan obat pembesar penis yang dijual bebas di pasaran. Namun di balik itu, produk pembesar penis yang dijual bebas di pasaran ini ternyata menyimpan hal yang mungkin saja tidak Anda duga sebelumnya.

Sebenarnya berpikiran bahwa kejantanan dinilai dari penis yang besar adalah cara yang salah. Kejantanan tidak dinilai dari panjangnya penis seseorang. Jadi, berhentilah untuk berpikir seperti itu. Apalagi dengan mengonsumsi obat pembesar penis.

Beberapa fakta menunjukkan bahwa obat pembesar penis baik dalam bentuk obat, teknik, atau alat hanya memiliki efektivitas yang sangat kecil. Efek yang dihasilkan oleh obat pembesar penis itu pun hanya bersifat sementara alias tidak bertahan lama.

Tak heran, ada banyak sekali pria yang telah menjadi korban kebohongan obat pembesar penis yang dijual bebas di pasaran. Parahnya, mereka yang telah menjadi korban produk tersebut tak hanya menanggung kerugian materi, tetapi juga kemungkinan terjadinya efek samping seperti cedera yang fatal pada penis, kemampuan penis untuk ereksi akan hilang, struktur saraf pada penis bisa mengalami kerusakan, berkurangnya sensitivitas penis terhadap rangsangan seksual yang ada.

Lalu berapakah panjang penis yang normal? Tidak semua pria mengetahui berapa ukuran penis yang normal. Masih banyak pria yang  ukuran penis yang dimilikinya kecil, padahal sebenarnya normal-normal saja. Ukuran penis pria Indonesia dianggap cukup untuk memenuhi fungsi organ seksual adalah sekitar 9 cm pada saat ereksi. Jika penis Anda sekitar 13 cm sama dengan 5 inci atau lebih panjang saat ereksi, ukurannya normal. Sedangkan penis yang dianggap tidak normal atau kecil hanya jika ukurannya kurang dari 3 inci ketika penis sedang ereksi, kondisi ini disebut micropenis.

 Hampir semua  cara atau teknik untuk membesarkan penis yang dipromosikan tidaklah efektif, dan bahaya pembesar alat vital dari beberapa produk dapat menyebabkan kerusakan yang permanen pada penis. Berikut ini adalah beberapa produk dan teknik yang paling banyak dipromosikan.

  • Minyak Pembesar Penis

Sebagian pria percaya minyak jarak bisa menjadi pembesar kelamin pria, akan tetapi manfaatnya belum teruji secara klinis. Beberapa sumber mengatakan, efek samping membesarkan alat vital dengan daun jarak atau minyaknya dapat menimbulkan reaksi pada kulit atau gangguan kulit, namun tidak disebutkan reaksi apa yang ditimbulkan pada kulit tersebut. Minyak jarak juga dapat mengganggu pencernaan bila dikonsumsi. Minyak ini dipecah usus kecil dan menjadi asam risinoleat yang bisa menyebabkan iritan pada lapisan lusus.

  • Jelqing

Jelqing adalah metode membesarkan penis dengan melakukan gerakan tangan guna mendorong darah dari pangkal ke kepala penis. Walaupun teknik ini tampak lebih aman daripada metode lain, hingga saat ini tidak ada bukti ilmiah yang berhasil. Akan tetapi risiko membesarkan penis cara ini justru bisa menyebabkan rasa sakit,  pembentukan bekas luka, bahkan cacat.

  • Pompa Vakum Penis

Alat pompa vakum penis bisa membuat penis pria terlihat lebih besar sementara. Akan tetapi, terlalu sering atau terlalu lama menggunakannya, efek samping pembesar alat pembesar penis ini dapat merusak jaringan elastis di penis, yang menyebabkan ereksi kurang optimal  atau penis loyo.