Tergiur untuk download dan pakai aplikasi pinjaman uang online seperti Kredivo? Tunggu dulu, kalau nggak penting-penting amat lebih baik pikirkan berkali-kali kalau mau ajukan pinjaman online. Mulai dari kondisi finansial, tujuan pinjaman, legalitas aplikasi fintech, sampai hitung-hitungan suku bunga dan biaya adminnya.

Perlu diketahui, bahwa populernya fintech tiga tahun belakangan dalam meramaikan sektor jasa keuangan punya misi yang cukup besar: menghadirkan fasilitas pinjaman mudah bagi lapisan masyarakat yang belum mendapat akses pinjaman dari bank atau lembaga kredit konvensional.

Maka dari itulah, rata-rata fintech memiliki syarat daftar dan cara pengajuan pinjaman yang mudah. Kredivo contohnya sebagai salah satu fintech yang sudah terdaftar di OJK: pendaftar Kredivo wajib berusia minimal 18 tahun, memiliki penghasilan tetap per bulan minimal Rp 3 juta, dan berdomisili di wilayah Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Medan, Palembang, Semarang, Bali, Yogyakarta, Solo, Malang, Makassar, Cirebon, atau Sukabumi.

 

Kalau sudah memenuhi syarat, kamu hanya tinggal mengunduh aplikasi Kredivo di Google Play Store atau App Store untuk daftar dan tunggu proses approval dalam waktu 1 x 24 jam. Menarik, bukan? Kalau semudah ini, nggak menutup kemungkinan banyak orang tergiur mengajukan pinjaman uang online untuk membiayai hal yang kurang penting dan berakibat pada kesulitan keuangan.

 

Nah, agar hal tersebut tidak terjadi pada kamu, harap diingat bahwa pinjaman uang online bukanlah solusi untuk hal-hal berikut:

 

Panic buying atau menimbun barang

Kondisi panic buying yang terjadi saat ini merupakan dampak dari virus Corona yang kini telah menjadi wabah di Indonesia dan negara lainnya. Kepanikan yang muncul membuat banyak orang berlomba-lomba berbelanja kebutuhan secara impulsif yang menyebabkan stok barang di pasaran menjadi langka. Barang yang paling diincar antara lain adalah masker, vitamin C dan suplemen tubuh, serta sabun cuci tangan dan hand sanitizer. Nggak ketinggalan pula berbagai bahan makanan baik yang basah atau kering seiring dengan wacana lockdown kota hingga negara yang lantang diserukan.

Bukan cuma boros, panic buying juga menimbulkan berbagai masalah lain diantaranya banyak masyarakat yang nggak kebagian sabun, obat, sampai masker. Padahal, untuk bisa terhindar dari virus, kita semua harus sama-sama bersih. Bukan malah serakah menimbun semua sabun atau masker untuk diri sendiri. Berbelanjalah secukupnya untuk diri sendiri dan keluarga di rumah. Tidak perlu sampai menguras tabungan apalagi pinjam uang online demi latah untuk memborong bahan makanan dan yang lainnya. Yuk, bersikap bijak dan hemat dalam mengatasi hal ini!

Membayar DP kredit kendaraan

Apabila kamu membayar dp kredit kendaraan dari uang pinjaman, maka artinya di bulan depan, ada dua angsuran pinjaman yang harus kamu bayarkan: pinjaman DP dan angsuran pertama kendaraan yang kamu ambil. Yakin kondisi keuangan sanggup menutupinya? Perlu diingat, kedua angsuran yang kamu bayar tersebut masing-masing sudah termasuk bunga, jadi jumlahnya bisa lebih besar. Kalau sampai salah satunya tidak tertutup di bulan depan, sama dengan artinya kreditmu macet atau terlambat. Kondisi ini tentunya nggak baik untuk skor kreditmu di masa depan, lho.  

Membeli kebutuhan yang sifatnya tidak mendesak

Mau ganti hp baru karena tren yang berubah? Atau beli sepatu keluaran terbaru dari merek favorit? Maka bukan pinjaman uang online solusinya, melainkan menabung, mencari penghasilan tambahan, atau opsi terakhir: membelinya dengan cicilan. Pencairan pinjaman uang online yang cepat sebaiknya diutamakan untuk menutup kebutuhan yang benar-benar mendesak. Misalnya pada masa wabah seperti ini ada anggota keluarga yang kurang sehat. Mau periksa tapi terkendala dana, sementara gajian masih lama.

Nah, pinjaman uang online dengan bunga rendah seperti yang ditawarkan Kredivo dapat menjadi solusi yang tepat. Nggak hanya karena suku bunganya 2,95% per bulan, Kredivo juga menawarkan opsi tenor yang lumayan bikin lega: mulai 30 hari, 3 bulan, dan maksimal 6 bulan. Kamu bisa mengajukan pinjaman mulai dari 500 ribu untuk jenis pinjaman mini dan mulai dari Rp 1 juta ke atas untuk pinjaman jumbo.

Menutup pinjaman pada aplikasi atau lembaga kredit lain

Tidak semua aplikasi pinjaman uang online memberikan tenor yang panjang. Yang 7 – 14 hari pun banyak. Kalau kamu termasuk pengguna aplikasi pinjaman uang online tersebut dan merasa kewalahan membayar angsurannya, maka jangan berpikir untuk menambah pinjaman baru demi menutup pinjaman pada aplikasi tersebut. Sebab, hal ini hanya akan membuat kamu kesulitan keuangan nantinya.  Sebaiknya, hubungi pihak aplikasi fintech untuk meminta perpanjangan waktu pembayaran.

Menjalankan bisnis skala besar

Berutang untuk bisnis memang termasuk utang produktif. Namun, jika kamu baru dalam dunia bisnis, sebaiknya jangan gunakan utang untuk memulai bisnis yang berskala besar langsung, misalnya yang membutuhkan modal puluhan juta. Karena, risikonya akan sangat tinggi apalagi jika tidak direncanakan dengan matang. Sebagai langkah awal, kamu dapat memulainya dengan bisnis kecil-kecilan seperti berjualan makanan, jasa desain, dan yang lainnya yang menjadi ketertarikanmu. Jangan lupa, rencanakan segala sesuatunya dengan matang dan pastikan alokasi dana pinjaman tepat sasaran untuk bisnismu nanti ya!